banner 160x600
banner 160x600
banner 1100x250

Rencana Kunjungan Puan ke Pronojiwo, Berharap Penanganan Dampak Erupsi di Percepat

M19news.com, Nasional – Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Adakalanya kita, manusia, dihadapkan pada kondisi seperti ini. Hal tersebut yang terjadi pada ratusan warga di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur ketika erupsi Gunung Semeru terjadi, menyapu wilayah-wilayah di punggung dan kaki gunung tertinggi di pulau Jawa ini pada pagi hari, Sabtu (4/12) tiga pekan lalu.

Ratusan orang terpaksa meninggalkan hunian dan kebun serta harta bendanya untuk mengungsi menyelamatkan diri.

Pejabat pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari pada Minggu (5/12) lalu menyebut sebaran guguran awan panas dari Semeru berdampak sangat signifikan pada dua kecamatan, antara lain Kecamatan Pronojiwo yakni di Desa Pronojiwo, Oro-oro Ombo, Sumberurip, serta Dusun Curah Kobokan di Desa Supiturang dan Kecamatan Candipuro yakni di Dusun Kamarkajang di Desa Sumberwuluh dan Desa Sumbermujur.

Hal tersebut, menurut data yang dimiliki BNPB, menyebabkan sekitar 9.977 orang terpaksa mengungsi ke sedikitnya 148 titik pengungsian yang tersebar seputar di Kabupaten Lumajang.

Guguran awan panas Semeru yang dengan begitu digdaya menyelimuti dan melumpuhkan wilayah-wilayah di bawahnya, sempat diabadikan dengan sangat menyayat oleh Rahmad Hidayat, seorang fotografer yang berdomisili di Kota Malang.

“Pagi itu saya dikabari seorang kawan yang bermukim di Desa Oro Oro Ombo, kalau Semeru kembali erupsi. Malamnya, sekitar pukul 21:00, saya bersama beberapa teman offroad berangkat dari Malang menuju lokasi terdampak, yakni Desa Supiturang di Kecamatan Pronojiwo. Kami tertahan di pinggir jalan karena jalanan menuju lokasi terdampak, tidak memungkinkan untuk dilalui,” kenang Rahmad.

Ia bersama kawan-kawannya alhasil hanya bisa menunggu sambil mengobrol dengan para pengungsi dan beberapa kelompok relawan yang mulai berdatangan.

Minggu (5/12) dinihari, Rahmad dan kawan-kawan memutuskan untuk bergerak meninjau lokasi guguran awan panas dengan motor pinjaman milik para relawan.

Langit masih pekat. Belum ada pidar cahaya di ufuk Timur. Perjalanan dihentikan sejenak karena perasaan masih gulau mereka menahan perjalanan. Rahmad dan teman-temannya kembali ke mobil dan mencoba bergerak lagi ke lokasi guguran awan panas di Kecamatan Pronojiwo kala langit sudah mulai terang.

Di kecamatan tersebut, ada beberapa yang mengalami dampak sangat serius, antara lain Desa Sumber Urip, Desa Oro Oro Ombo dan Desa Supit Urang. Namun menurut Rahmad, Desa Supit Urang, terutama di daerah Curah Kobokan, Kamar A, Umbulan dan Sumbersari merupakan wilayah yang mengalami kerusakan paling parah.

Ketua DPR RI Puan Maharani dijadwalkan akan mengunjungi warga terdampak erupsi Gunung Semeru di Pronojiwo, Lumajang pada Senin (20/12). Kedatangan Puan akan menjadi kunjungan pertama pejabat dari Jakarta ke wilayah Pronojiwo, Lumajang.

Bupati Lumajang, Toriqul Haq berbesar hati dengan rencana kedatangan Ketua DPR RI ini. Menurutnya, kedatangan Puan akan menjadi kunjungan pertama pejabat negara pusat ke Pronojiwo, Lumajang.

Toriqul berharap, kedatangan Puan dapat membantu percepatan penangan bagi warga yang terdampak di Kecamatan Pronojiwo. Saat ini, setidaknya ada lebih dari 500 warga yang masih mengungsi di berbagai titik di Pronojiwo.

“Warga Pronojiwo khususnya yang terdampak paling parah saat ini memang masih bertahan dipengungsian atau rumah kerabatnya di lokasi yang lebih aman,” kata Rahmad.

Meski berdomisili di Malang, Rahmad yang menyaksikan sendiri betapa seramnya kondisi dibeberapa desa di Pronojiwo beberapa jam pasca erupsi pertama terjadi, berharap pemerintah dapat segera melakukan relokasi warga Pronojiwo ke lokasi yang lebih aman.

Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 1100x250