Sekjen DPP-KSI Sampaikan Kepada Masyarakat Ternak Hewan Agar Tidak Panik, Lebih Pada Solusi

M19News, CIKARANG – Dewan Pengurus Pusat Komunitas Sapi Indonesia (DPP-KSI), meminta kepada jajarannya, komunitas sapi Indonesia yang terdiri dari peternak rakyat, blantik, tukang ngarit, supaya tidak panik dalam menghadapi Permasalahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) untuk tetap melakukan upaya penanganan dengan adaptasi yang baik dan selalu kolaborasi serius dengan pemerintah terkait dalam mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

Hal ini disampaikan Ketua DPP-KSI, H.Budiono, S. E., didampingi Sekretaris Jendral, Fitri R. Sunarya, M.B.A, terkait Permasalahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tersebut yang terjadi pada hewan ternak di beberapa daerah di Indonesia.

Menanggapi permasalahan penyakit mulut dan kuku, DPP-KSI, selaku Organisasi Komunitas Sapi yang ada di Indonesia sudah melakukan koordinasi dengan jajaran KSI diseluruh daerah sebagai langkah cepat dan preventif via zoom meeting beberapa hari yang lalu, kata Fitri R. Sunarya Sekjend DPP-KSI dalam “Siaran Press Release Resmi DPP-KSI”, yang digelar di Kampung Citarik No. 75, Rt 002 Rw 005, Jatibaru, Cikarang Timur, Kab. Bekasi- Jawa Barat, Selasa (10/5/2022) sore

 

Sambung Fitri, ada beberapa “point yang dihasilkan oleh KSI dalam zoom meeting tersebut yang ingin kami sampaikan kepada pemerintah yang tertuang dalam:

PRESS RELEASE

DEWAN PIMPINAN PUSAT
KOMUNITAS SAPI INDONESIA

Nomor: 014/Ketum-KSI/V/2022

Harapan atau himbauan ke Pemerintah dalam menghadapi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak di Indonesia saat ini:

1. STOP import daging ataupun hewan ternak dari negara yang belum terbebas dari PMK baik secara legal ataupun illegal;

2. STOP distribusi daging yang di import dari negara yg belum terbebas dari PMK, serta pengawasan yang ketat di segala jenis pasar yang ada di Indonesia;

3. Segera atur lalu lintas transportasi ternak, sehingga kawan2x peternak di daerah yang belum terkena wabah, tetap bisa menjalankan usaha nya, terutama di musim panen raya ini.

Jika melalui darat kami tidak diperbolehkan melintas, kiranya kami difasilitasi transportasi laut

yang memadai sampai tujuan, yang tidak melalui daerah wabah;

4. Membuat regulasi pengiriman ternak dari daerah negatif ke daerah negative. Pencatatan pengiriman dilakukan agar lebih mudah mitigasi jika ada yg terkonfirmasi positif di kemudian hari;

5. Sementara vaksin masih dalam proses produksi (yang mana masih memerlukan waktu beberapa minggu), mohon kiranya obat2x an yang dapat meningkatkan immunitas / daya tahan ternak disediakan disemua daerah, tanpa memandang daerah wabah atau tidak;

6. Pelayanan Ditjen PKH (Pemerintah) sampai tingkat Dinas Kabupaten, utamanya keswan dalam hal ini, sangat dibutuhkan oleh kawan2x peternak di daerah wabah ataupun non wabah;

7. Membuat contact centre mengenai PMK;

8. Agar, Kami peternak rakyat yang sesungguhnya dan tersebar diseluruh Indonesia, dilibatkan dalam membuat kebijakan yang berkenaan dengan peternakan dan turunannya;

9. Pemerintah, membeli hewan ternak yang dipotong khusus bagian kepala dan kaki akibat terkena PMK untuk dimusnahkan, dengan harga pasar yang berlaku.

Adapun langkah-langkah untuk pencegahan masuk atau penyebaran PMK lebih jauh, Kami setuju untuk membatasi lalu lintas transportasi ternak, namun kiranya ada solusi bagi kami yang hanya memiliki ternak segelintir ini untuk tetap dapat menikmati panen raya led Adha 1443H/2022M ini.

Usul kami:

1. Bantuan dalam pembuatan/pengepulan karantina di tempat pengiriman dan penerimaan hewan ternak. Sehingga kami tetap bisa melakukan transaksi jual beli yang aman dan terbuka. Tanpa harus sembunyi-sembunyi;

2. Bantuan disinfectant untuk setiap transportasi ternak, kandang aktif di tempat penjualan dan pembelian yang belum terkena wabah;

3. Bantuan training dan edukasi dalam melakukan bio-security didalam kandang dan penanganan

Sementara apabila ada ternak yang terindikasi terkena kasus PMK;

4. Bantuan Sosialisasi dan penyuluhan mengenal PMK, sehingga peternak tidak panik dan mengetahui indikasi/symptoms PMK, beserta pengetahuan atas penyakit2x yang mungkin memiliki kemiripan symptoms;

5. Bantuan sosialisasi kepada konsumen, bahwa PMK tidak menular kepada manusia, sehingga daging yang berasal dari sapi yang terjangkit PMK masih aman dikonsumsi.

SOP Kandang yang kami rangkum berdasarkan pertemuan bersama keluarga besar KSI pada tanggal 9 Mei 2022 adalah sebagai berikut:

1. Siapkan disinfectant dan alat semprotnya:

2. Semua ABK & SDM lainnya, peralatan dan alat transportasi yang masuk ke kandang HARUS disemprot disinfectant;

3. Semua ABK & SDM yang keluar kandang, diwajibkan membersihkan diri dan mengganti baju bersih, serta mengganti alas kaki;

4. a. Ternak yang baru datang dipisahkan / disekat dari ternak yang sudah lama di kandang:

b. Setelah 14 hari, ternyata tidak tampak ada tanda2x PMK, maka pencampuran ternak bisa dilakukan.

Dan SOP kandang jika ada indikasi PMK pada ternak:

1. Memisahkan ternak tersebut / memberi sekat;

2. Memisahkan tempat pakan dan minumnya;

3. Tidak memberikan sisa/lebihan pakan dari ternak sakit ke ternak lainnya, agar tidak meluas dampak PMK ke ternak lainnya di kandang:

4. Segera melaporkan ke Dinas terdekat;

5. Berkoordinasi ke Dinas atas apa yang harus dilakukan selanjutnya;

6. Setelah memberi makan dan/atau menangani ternak yang terkena PMK, peternak dan ABK, WAJIB membersihkan diri secara seksama sebelum pindah menangani ternak lain yang sehat.

Cikarang, 10 Mei 2022

DEWAN PENGURUS PUSAT KOMUNITAS SAPI INDONESIA

Ноrmat,

Ketua Umum /
DPP-KSI

H. BUDIONO, S.E.

Sekretaris Jenderal /
DPP-KSI
FITRI R. SUNARYA, M.B.A.

Selanjutnya, Sekjen Fitri menambahkan, Demikian Harapan dan Himbauan Kami dari DPP-KSI sekaligus sikap kami sebagai komunitas sapi Indonesia kepada pemerintah terkait, semoga ini menjadi tugas kita bersama, “tutupnya dihadapan awak media.

Sementara itu, Ketua Umum DPP-KSI, H. Budiono, Usai konferensi pers kepada awak media mengatakan, “berdasarkan pertemuan bersama keluarga besar KSI pada tanggal 9 Mei 2022, Via Zoom Meeting menghasilkan beberapa point berupa Harapan dan Himbauan yang kita tujukan kepada pemerintah Terkait yang sudah dibacakan oleh sekjend kita Ibu Fitri tadi, semoga didengarkan oleh pemerintah dan ini juga menjadi tugas kita bersama, harapnya.

 

Ketum juga menambahkan, berharap pemerintah untuk melakukan Peningkatan, pengawasan lalu lintas terhadap ternak itu, bertujuan untuk mencegah penyebaran masuk dan menyebarnya PMK ke seluruh wilayah Indonesia, “pungkas H. Budiono.

Reporter : Hanum Tizan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *