DR HC Ida Pandita MPU Nabe Tokoh yang Menjunjung Tinggi Budaya Leluhur dan Penuh Toleransi

M19news.com | Tabanan | Tokoh kelahiran Tabanan 65 tahun lalu yang kini menjadi Sulinggih di propinsi Bali ini merupakan tokoh yang sangat menjunjung tinggi nilai toleransi antar umat beragama.

Beliau adalah tokoh agama Hindu yang setiap hari selalu melayani umat baik itu dalam momentum pernikahan, ngaben, muput ataupun upacara sakral yang lainnya .

Ida pandita MPU Nabe APDP Putra yang biasa disebut Ida prabu 2 September 2021 lalu mendapatkan gelar kehormatan DR (HC) filsafat seni dan budaya dari Sekolah tinggi ilmu jurnalis Nakula Sadewa STIJNAS yang beralamat di kota Depok.

Gelar kehormatan ini diberikan atas prestasi beliau yang Toleransi terhadap antar umat beragama dan kecintaan beliau terhadap kebudayaan di propinsi Bali.

Beliau Ida prabu tak segan segan mengucapkan Assalamualaikum apa bila bertemu dengan umat Islam yang apa bila diartikan Selamat sejahtera bersatu kasih sayang.
“Itu adalah gambaran kebesaran jiwa seorang Sulinggih yang beragama Hindu mengucapkan salam apabila bertemu dengan saudara muslim”

Sebagai tokoh yang sudah mendapatkan filsafat dibidang seni dan budaya beliau juga harus mengibangi nya kapan saatnya menjadi Sulinggih dan kapan saat nya mengembangkan seni dan budaya.

Pria yang sering melantunkan lagu lagu saat saat beliau santai di griya prabu suatu saat menyampaikan kepada tim media terkadang saya bernyanyi karena menghibur diri ketika saya ingat kepada almarhum anak saya untuk menenangkan diri saya coba untuk bernyanyi ungkapnya.

Ketua umum media bpi91.com Dr HC Sastra Suganda saat dikonfirmasi media ini menyampaikan Saya mengenal beliau Ida pandita sudah sejak tahun 2014 ketika kami masih bersama sama di sebuah lembaga penelitian yaitu BPI.

Lebih lanjut sastra menambah Ida Pandita MPU Nabe ini sosok tokoh yang selalu memengang teguh ajaran leluhur dan selalu berkoordinasi dengan gubernur Bali untuk mempertahan kan ajaran leluhur tersebut. Dan disisi lain beliau juga guru besar dibidang seni dan budaya dan semua nya saya liat berjalan tugas tugas beliau.

“Baik sebagai Sulinggih pengayom umat maupun sebagai guru besar dibidang seni dan budaya”(S.S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *