banner 160x600
banner 160x600
banner 1100x250

Lama Tak Muncul, OM PMR Kembali Reborn dengan Merilis Album Terbarunya ‘ PMR Not Dead’

OM PMR
Personil OM PMR, kiri ke kanan : Ajie Cetti Bahadur Syah (perkusi), Imma Maranaan (bass) dan Harri "Muke Kapur" alias Engkong. Foto: Hatta.

M19News, Bekasi – Hampir Separuh abad usia Orkes Moral Pengantar Minum Racun (OM PMR) berkiprah di blantika musik tanah air dengan ciri khas lagu-lagunya yang nyentrik, menggelitik dan berselera humor.

Beberapa lagu hitsnya antara lain Judul-judulan, Bintangku-Bintangmu, Bukan Pengemis Cinta, Ada Nggak ada, Malam Jumat Kliwon menjadi lagu lawas yang masih banyak didengarkan hingga saat ini.

PMR adalah grup orkes dangdut populer pada zamannya dan menjadi legenda hidup di Indonesia.

Kendati eranya sudah berlalu, namun lagu-lagu dari grup musik yang pernah menjadi band pendamping Warkop DKI ini masih terus ditunggu karyanya oleh para fans-nya yang berasal dari berbagai kalangan dan usia.

Sejak awal dibentuk pada 1977 silam, Grup musik PMR ini beranggotakan 6 orang terdiri dari Jhonny Iskandar (vokalis), Boedi Padukone (gitar), Yuri Mahippal (Mandolin, Cuk), Imma Maranaan (bass), Ajie Cetti Bahadur Syah (perkusi), Harri “Muke Kapur” (mini drum).

Kini PMR hanya tinggal tiga orang personil setelah Jhonny Iskandar hengkang, dan dua lainnya yang baru-baru ini wafat yakni, Boedi Padukone dan Yuri Mahippal.

Asisi ACC Studio
Asisi (kanan) salah satu pendukung peluncuran Album Baru OM PMR. Foto: Hatta.

Nah, kabar baiknya bagi para penggemar PMR bahwa setelah vakum selama lima tahun tidak meluncurkan album, tiga personil PMR yang ada yakni Imma Maranaan, Ajie Cetti Bahadur Syah, Harri “Muke Kapur” kembali eksis dengan merilis album terbarunya berjudul ‘PMR Not Dead’.

“Kita buktikan bahwa kita bertiga masih sanggup menghibur teman-teman semua, PMR Not Dead,” ucap Ajie Cetti Bahadur Syah saat jumpa pers di ACC Studio di Kawasan Perkantoran Galaxy, Bekasi, pada Kamis 27 Januari 2022.

Lebih lanjut, Ajie mengatakan bahwa keberhasilan PMR merilis albumnya karena dukungan dari sejumlah pihak di antaranya, Marjinal, ACC Studio, dan Kolam Renang Telaga Putri Lampung.

“Sumbangsih ACC banyak dari latihan di sini, Alhamdulillah dikasih prioritas tempat yang bagus, terimakasih buat Mas Asisi,” imbuhnya.

Harri “Muke Kapur” yang akrab disapa Engkong ini mengungkapkan sebagian lagu yang penuh emosional pasalnya diciptakan oleh mendiang Yuri Mahippal yang sejatinya menciptakan lagu untuk mendiang Kasino dan Dono Warkop DKI.

Tidak lama setelah menciptakan lagunya yang berjudul ‘Teman Sejati’, Yuri pergi untuk selamanya menyusul sahabatnya, yakni almarhum Dono dan Kasino.

Sementara itu, terkait alasan mendukung peluncuran album PMR yang terbaru, Asisi dari ACC Studio menegaskan semangatnya terus mendukung musisi dan lagu lokal Indonesia.

“Bahwa kami dari ACC Studio itu terus berkomitmen mendukung para musisi Indonesia,” ungkap Asisi.

Sosok yang juga pernah mendukung musisi Indonesia lainnya seperti T’Koes Band, Neo Jibles, B Plus dan Rico Murry ini berharap musik Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

“Musik Indonesia keren-keren salah satunya OM PMR,” tandasnya.

Senada dengan itu, Anton dari Telaga Putri Lampung juga menegaskan tekadnya mendukung pelestarian karya musisi Indonesia.

“Kami dukung, teruslah berkarya, semangat karena suatu saat (PMR) pasti akan sampai ke Telaga Putri Lampung menghibur masyarakat di sana,” ungkapnya.

Album OM PMR yang berisi 10 lagu baru tersebut bakal dilauching dalam sebuah mini konser di Teras 124, pada Sabtu 29 Januari 2022 malam. Selain itu, penampilan PMR juga bisa disaksikan di channel YouTube dan Facebook milik PMR.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 1100x250