Example 728x250

Cool Gil Adakan Pelayanan Tuhan dan Baksos di Rumah Kasih Ceria Anak

Tim Coll Gil berfoto bersama dengan para pelayan Tuhan Rumah Kasih Anak Ceria. Gambar: Arman.
Tim Coll Gil berfoto bersama dengan para pelayan Tuhan Rumah Kasih Anak Ceria. Gambar: Arman.

M19news, Jakarta – Sejumlah orang berpakaian berwarna hijau menelusuri lorong gang yang lumayan agak sempit, mereka adalah Tim God Is Love (Cool Gil) akan berkunjung ke Rumah Kasih Anak Ceria (RKAC) berlokasi di jalan Sungai Tiram Jakarta Utara.

Mereka, mengatasnamakan dirinya Tim Cool God Is Love (Cool Gil) dari Gereja GBICK7MGK Mega Glodok, Kemayoran. Untuk, berkunjung ke RKAC dengan tujuan mengadakan ibadah atau pelayanan kepada Tuhan.

Terlihat, mereka membawa barang bawaan makanan, snack, air mineral dan pakaian untuk diserahkan kepada RKAC.

Sejumlah anak-anak perempuan dan laki-laki sekitar seratus orang lebih sudah duduk rapi di sebuah rumah kontrakan yang tak begitu besar berada di pinggiran sungai. Sepertinya mereka sedang menunggu yang akan berkunjung ke RKAC yaitu Cool Gil.

Tim RKAC menyambut hangat kedatangan tim Cool Gil, disana mereka melalukan doa bersama dengan penuh kebahagiaan. Disela-sela doa yang mereka panjatkan kepada Tuhan, Cool Gil mengajak anak-anak bermain bersama, menghapal hapalan kitab Injil. Pun, anak-anak mendengar dengan hidmat saat salah satu dari Tim Cool Gil membacakan firman Tuhan.

Yahudi Buulolo (33), salah satu koordinator RKAC yang biasa disapa Yudi mengucapkan rasa terima kasih atas kehadiran Tim Cool Gil ke RKAC untuk melihat anak-anak serta menyaksikan kegiatannya secara langsung.

Yahudi Buulolo koordinator Rumah Kasih Ceria Anak saat membeikan sambutan. Foto: Arman.
Yahudi Buulolo koordinator Rumah Kasih Anak Ceria saat membeikan sambutan. Foto: Arman.

“Kami dari Rumah Kasih Anak Ceria Sungai Tiram, Tanjung Priuk mengucapkan banyak terimakasih, kepada Tim Cool Gil sudah mau melihat anak-anak kami ditempat ini, melihat kegiatan kami ditempat ini,” kata Yudi saat memberikan sambutan di depan anak didiknya serta Tim Cool Gil, Sabtu 18 Juni 2022.

“Inilah kami, inilah kegiatan pelayanan kami,” sambung Yudi.

Untuk pelayanan di RKAC hari Senin sampai Rabu ada bimbingan belajar (bimbel) untuk anak usia kelas satu (1) sekolah dasar (SD) sampai kelas enam (6), dan waktunya dari jam dua (2) siang sampai jam lima (5) sore.

Kemudian, di hari Kamis dari jam 3 sampai jam 5 sore ada ibadah khusus untuk anak-anak. Nah, untuk di hari Jumatnya ada ibadah khusus juga untuk kaum Ibu dan jamnya pun persis sama yaitu dari jam 3 sampai jam 5 sore.

Ada yang menarik di Rumah Kasih Anak Ceria tersebut, tim yang melayani rata-rata mereka adalah anak-anak milenial umur belasan tahun.

Yudi menjelaskan, mengapa anak-anak milenial yang melayani ibadah di Rumah Kasih Anak Ceria (RKAC)? Menurutnya, mereka adalah orang yang dulunya ia layani dan kini mereka yang melayani anak didik di RKAC.

“Karena mereka sejak kecil seperti ini, kami udah layani dan setelah itu saya libatkan mereka untuk melayani. Saya tidak lepas begitu saja,” terang Yudi.

Anak-anak didik Rumah Kasih Ceria Anak begitu khidmat saat berdoa kepada Tuhan. Foto: Arman.
Anak-anak didik Rumah Kasih Anak Ceria begitu khidmat saat berdoa kepada Tuhan. Foto: Arman.

Yudi beralasan, ketika dirinya tak di RKAC merekalah yang akan menggantikannya, dan ia pun senang melayani anak-anak karena menurutnya anak-anak adalah genarasi gereja, generasi bangsa.

RKAC juga bukan saja melayani anak didik yang beragama kristen saja namun, RKAC juga melayani anak-anak muslim dan tidak memandang ras dan suku sesuai visi kami.

“Namanya juga Rumah Kasih Anak Ceria, ya, jadi visinya adalah tempat berkumpulnya anak-anak dari berbagai suku ras dan agama,” jelasnya.

“Disini bukan hanya umat kristen yang kami layani, tapi ada juga muslim. Madura, jawa padang dan berbagai suku,” tegasnya.

Yahudi Buulolo menceritakan terbentuknya RKAC yang didasari atas keperihatannya kepada anak-anak yang ada di lingkungannya.

“Tanggal 10 bulan September tahun 2018. Dibawah kolong tol sana saya mulai merintis membuka bimbel secara gratis,” kata Yudi sambil menunjukan kearah kolong tol, sambil mengerenyitkan dahi seperti mengingat sejarah masalalu.

Namun perjalanan tak semulus yang dibayangkan, RKAC berpindah tempat dikarenakan situasi dan kondisi lingkungan yang tidak memungkinkan untuk melangsungkan pembelajaran.

“Karena anak-anak terganggu dengan suasana masyarakat. Maka, kita sewa tempat kecil percis di bawah kolong tol,” Yudi menceritakan dengan secara khidmat.

Miinat anak-anak lingkungan Sungai Tiram sangat besar, orang tua pun sangat antusias atas kehadiran RKAC. Sehingga, kontrakan yang disewa RKAC tidak muat untuk dipakai kegiatan belajar.

“Lama-lama annak-anak bertambah sehingga tempat pun semakin sempit,” jelasnya.

Lalu, di awal tahun 2019 RKAC pun berpindah kembali, yaitu sewa tempat di Palutas sebrang jalan tol. Namun, saat di Palutas minat anak anak agak berkurang dikarenakan mereka untuk bisa sampai ketempat yang baru harus menyebrang jembatan.

Anak-anak dan orang tua yang hadir sangat bahagia mendapatkan bingkisan dari Tim Coll Gil. Foto: Arman.
Anak-anak dan orang tua yang hadir sangat bahagia mendapatkan bingkisan dari Tim Cool Gil. Foto: Arman.

Saat itu, kami bertemu dengan Pak Karjami orang Madura beliau adalah pemilik kontrakan yang sekarang dipake kegiatan belajar-mengajar RKAC.

“Jadi kita sewa ini tempat, buat kegiatan kita di awal tahun 2019 percisnya Februari awal sampai sekarang,” pungkasnya.

Evi yang menjadi ketua Tim Cool Gil mengapresiasi keberedaan RKAC, ia menyebutkan anak-anak RKAC saat beribadah sangat antusias membaca firman Tuhan.

Menurutnya, anak-anak didik RKAC sangat luar biasa bisa mengetahui ayat Alkitab dan tokoh-tokoh yang ada di Alkitab.

“Luar biasa! Mereka sangat luar biasa! Bisa tahu letak ayat-ayat Alkitab,” terang Evi memuji anak-anak didik RKAC.

Evi juga berpesan agar RKAC tetap semangat, terus maju dalam ridhonya Tuhan. “Binalah terus anak ini agar takut sama Tuhan, cinta Tuhan, mengasihi Tuhan. Sehingga mereka mampu menghormati kekuarga dan orang tua,” imbuhnya.

Menurutnya, saat anak-anak jauh dari Tuhan mereka tidak akan bisa menghargai orang tua dan tidak akan mendengar perkataan orang tuanya.

Evi Ketua Tim Coll Gil memakai kalung putih (tengah) dan Ketua Gerakan Rakyat Pembela Pancasila (GRPP) Irma Indriani memakai baju merah. Gambar: Arman.
Evi Ketua Tim Cool Gil memakai kalung putih (tengah) dan Ketua Gerakan Rakyat Pembela Pancasila (GRPP) Irma Indriani memakai baju merah. Gambar: Arman.

“Kalau firman Tuhan sudah masuk kedalam diri mereka, firman Tuhan pasti ada dalam diri mereka,” imbuhnya.

Setelah acara selesai, Saat ditanya wartawan apa yang menjadi alasannya Cool Gil beribadah di RKAC? Evi menjawab, bahwa ini adalah sebuah kesaksian Tuhan.

“Jadi gini, beberapa bulan lalu memang saya pengen baksos dari Cool kita, ya,” terang Evi sambil menunjuk teman-teman Coolnya.

Ia sempat bingung mau baksos dimana, bahkan sempat tanya-tanya teman juga. “Saya ditunjukan di Tanah Tinggi, namun disana tak bisa ibadah seperti ini,” jelasnya.

Terus saya tanya teman yang lain, lanjutnya, namun tempat yang ditunjukan temannya tidak bisa ibadah sore, sampai akhirnya ia teringat kepada teman yang bernama Irma yang menunjukan tempat RKAC ini.

“Tiba-tiba saya ketemu teman saya Irma. Bu Irma dimana kita bisa atau ada tempat untuk berbagi,” jelasnya ia mengingat percakapan dengan salah satu sahabatnya yang bernama Irma.

“Jujur saya ganggu terus tuh malam itu bu Irma, sampai akhirnya saya ditunjukan tempat RKAC ini,” tandasnya.

Dalam kegiatan tersebut hadir pula ketua Gerakan Rakyat Pembela Pancsila (GRPP) Irma Indriani dan beliau pulalah yang menjembatani terjadinya pelyanan Tuhan oleh Cool Gil di RKAC.

Untuk diketahui, Rumah Kasih Anak Ceria (RKAC) berada di Jalan Sungai Tiram RT/RW 10/08 Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priuk, Jakrta Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *