Example 728x250

Santri Al Zaytun Momen Muharam Mengajak Masyarakat Bijak Menggunakan Media Sosial

Media Doeta Indonesia – Perayaan 1 Syuro di Ponpes Al Zaytun tahun 1445 H, Rabu (19/7/23) terlihat cukup meriah.

Para tamu berdatangan dari berbagai daerah begitu juga tokoh-tokoh yang di undang dari para pejabat sampai pegiat sosial.

Berita miring yang diarahkan ke Ponpes terbesar se Asia Tenggara ini, tidak menyurutkan langkah peserta yang ingin meramaikan perayaan ini.

Novitasari, santri kelas 12 memberikan komentar terkait pemberitaan negatif yang beredar di media sosial dan tv.

“Tuduhan itu sangat tidak arif, karena untuk menilai sebuah pernyataan haruslah hati-hati dan mendengarkan dari dua sudut pandang dan tidak bisa hanya dari sudut pandang saja,” ucapnya.

“butuh banyak referensi ilmu yang harus di pelajari untuk itu,” sambung Novi.

Terkait adanya tuduhan melegalkan zina juga dibantah Novita.

“bahwa perkenalan antar santri lakai dan perempuan memang ada tapi hanya sebatas kenal dan peraturan di kampusnya amatlah melarang untuk pacaran,” pungkasnya.

Novitasari juga mengajak kepada para pengguna media sosial untuk bijak menggunakannya dan jangan cepat mengikuti dan menulusuri sesuatu yang belum benar.

Hal yang sama juga dikatakan Salman, salah satu alumnus Al Zaytun.

“terkait polemik pernyataan Syaykh AS Panji Gumilang, banyak pengguna medsos yang menyikapi hanya dengan satu pandang saja tanpa melihat sudut pandang yang lainnya.” ucapnya. (Dudung/team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *