banner 160x600
banner 160x600
banner 1100x250

PKL Perumahan Duta Indah Kali Sepadan Pelayangan, Menolak Keras Ditertibkan, Kalau Digusur Harus Semuanya

Mdi19.com, Kota Bekasi – Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berlokasi depan perumahan duta indah kali sepadan pelayangan, di Jalan raya Duta Indah Rt. 06 Rw. 20 Jatimakmur Pondok gede, menolak keras untuk Penertiban, dengan alasan, ini tempat penghidupan kami sudah bertahun-tahun kalau digusur bagaimana nasib keluarga kami

Hal tersebut disampaikan, Harijah (38) salah satu pedagang nasi bebek, saat ditemui awak media disela-sela kesibukan melayani Pembeli, kamis malam (4/11/2021).

Ia juga membeberkan, saat ini masih pandemi, PPKM masih diperpanjang, terasa sekali kami pedagang terdampak akibat covid, omzet dan pendapatan jauh menurun, bahkan nyaris sampai tidak bisa mengembalikan buat modal untuk perputaran usaha kami lagi, “keluh Harijah.

Berharap, pemerintah kota bekasi, mempertimbangkan untuk penertiban dan mau memperhatikan pedagang kecil seperti kami ini, kasih solusi yang terbaik, karena memang ini tempat penghidupan kami bertahun-tahun selama ini, kalaupun terjadi penertiban tidak boleh tebang pilih, harus semua ditertibkan dari dalam sampai kedepan, itu baru adil buat pedagang, tapi tolonglah jangan ditertibkan dulu, beri kami waktu untuk bisa jualan sampai normal kembali, “harap harijah sambil layani pembeli.

Lain lagi dengan Achmadi Sukowati Ketua PKL, menceritakan, bagaimana hasil audiensi dengan Tri Adhianto beberapa hari yang lalu, “kami mewakili pedagang sangat berterimakasih kepada wakil walikota bekasi menerima kehadiran kami pedagang dengan antusias dan respon baik, “katanya.

Lanjut ketua PKL, menuturkan hasil pertemuanya dengan wakil walikota, mas Tri (panggilan akrabnya) Siap akan bantu kami, pemerintah tidak memihak ini, memihak itu, pemerintah selalu ada ditengah-tengah, bagaimana semua dilakukan untuk kepentingan bersama, jadi tetap akan diberikan keadilan, semua akan di tertibkan, jadi pemerintah tidak tebang – pilih dalam hal ini, “kalau memang harus dibongkar semua pasti akan dibongkar, tidak hanya yang ada di depan gerbang, termasuk yang ada didalam nya.

Kalau memang harus berurusan dengan hukum jalani saja pasti kami akan bantu, kalau merasa ada yang dirugikan dan punya bukti bahwa itu tanah miliknya.

Pasti pemerintah akan membantu apa yang menimpa warganya. Itu point penting hasil pertemuan kami dengan wakil walikota, semoga apa yang disampaikan mas Tri bisa memberikan harapan dan keadilan buat pedagang, “tutur Achmadi.

Kembali, ia menegaskan, “Program pemerintah, apalagi untuk kepentingan bersama kami sepenuhnya sangat mendukung, karena bicara kepentingan bersama bagaimana juga kepentingan pedagang untuk menghidupi keluarganya juga harus dipikirkan oleh pemerintah, kalaupun terjadi penertiban tolong jangan saat ini, karena kami masih memulihkan kembali perekonomian semenjak dilanda pandemi Covid-19, “ucap Achmadi Sukowati.

Achmadi dan pedagang-pedagang lainnya, berharap, “pemerintah bisa mempertimbangkan masalah penertiban, kalaupun Keberadaan pedagang dianggap penyebab banjir dan juga dianggap sebagai bangunan liar selama ini, Alasan menjadi penyebab banjir jelas tidak masuk, dari sabang sampai merauke namanya banjir di musim hujan, itu alam sudah skala nasional tidak bisa kita hindarkan, kami tidak mau diobok-obok oleh Rw 15, karena ini sudah kewenangan Rw. 20, sudah urusan saja rumah tangga masing kenapa harus intervensi lingkungan orang lain, “tegas Achmadi didampingi pedagang lainnya.

“Terakhir kami sampaikan dengan tegas, Silakan ditertibkan tapi harus semua pedagang baik yang ada didalam maupun yang didepan, kalau terjadi penertiban, tinggal kami geser ke-lahan yang saat ini menjadi akses jalan, yang mana lahan tersebut menjadi milik kami sebagai ahli waris dan sampai saat ini masih menjadi tanggung jawab ahli waris membayar pajak setiap tahun, “tegas Achmadi Ketua PKL sekaligus Ahli waris.

Reporter : Haris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 1100x250