Example 728x250

Resmikan Musholla Al-Fawzi Cariu Bogor, Ikang Fawzi : Desainnya Luar Biasa

M19News, Bogor – Momentum Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dimanfaatkan artis kawakan Indonesia untuk hadir dalam peresmian Musholla Al- Fawzi di Cabang Bogor Jawa Barat, pada Kamis 23 Februari 2023.

Suasana gerimis hari itu tidak menyurutkan langkah dan semangat anak-anak yatim dhu’afa binaan di Desa Cariu Bogor untuk hadir dalam perhelatan tersebut.

Datang bersama Ikang, keluarga dan ananda tercintanya yakni Isabella yang diterima langsung oleh Ketua Umum Yayasan Rindang Indonesia M. Adhie Pamungkas.

Kegiatan diawali dengan mengumandangkan lagu Indonesia Raya 3 Stanza oleh seluruh hadirin.

Dilanjutkan dengan pentas tari tradisional Bajidor asal Jawa Barat yang dibawakan oleh anak-anak binaan yayasan.

Ini merupakan upaya melestarikan budaya daerah yang saat ini semakin ditinggalkan oleh generasi muda.

Yayasan Rindang Indonesia
Ikang Fawzi (tengah) bersama aparat, tokoh masyarakat dan Ketua Yayasan Rindang Indonesia saat peresmian Musala Al Fawzi di Bogor, Kamis 23 Februari 2023. Foto : istimewa

M. Adhie Pamungkas mengapresiasi kehadiran tamu undangan khususnya dari unsur 3 pilar yakni Kepala Desa, utusan Kapolsek dan Danramil setempat.

Hadir pula para tokoh masyarakat dan donatur yakni Drs. H. Ahmad Zulfikar Fauzi, MBA yang akrab dipanggil Ikang Fawzi bersama keluarga.

“Fokus kegiatan pendidikan informal disini adalah penanaman karakter yang kuat, berbasis agama dan nilai-nilai kebangsaan, selain wajib menghafal Alquran juz 30,” terang Adhie.

Adhie menambahkan, selain itu anak-anak binaan di Yayasan Rindang Indonesia juga wajib menghafal Pancasila, Sumpah Pemuda, serta lagu Indonesia Raya 3 stanza, karena itu sejatinya adalah do’a dan ‘jimatnya’ bangsa Indonesia untuk maju dan bangkit.

Adhie mengurai pesan dan hikmah yang terkandung dalam lagi Indonesia Raya 3 Stanza antara lain seruan untuk bersatu, kita berdo’a Indonesia bahagia, dan berjanji Indonesia abadi.

Adhie menampik pendapat segelintir orang yang mengatakan bahwa Indonesia akan hancur.

“Hari ini kita bertekad sesuai dengan do’a yang ada dalam stanza ketiga bahwa Indonesia abadi, ini yang harus ditanamkan kepada anak-anak kita sejak dini,” ajak Dia penuh semangat.

lebih lanjut, Adhie menjelaskan program ‘Seribu Masjid Musholla untuk Indonesia’ guna mendukung pendidikan informal yang tengah digalakkan oleh Yayasan Rindang Indonesia.

Diketahui, ini merupakan masjid atau Musala kedua yang telah dibangun dari 1000 masjid yang ditargetkan.

“sehingga masih panjang perjuangan yang akan ditempuh sebagai lahan pengabdian,” tandas Adhie.

Saat yang sama, Kepala Desa Cariu Suryadi, S.IP menyampaikan respeknya terhadap program dan kegiatan Yayasan Rindang di wilayahnya.

“Saya sangat bersyukur atas kehadiran orang tua kita yaitu Bapak Ikang Fawzi mudah mudahan menjadi keberkahan buat beliau dan keluarga,” tuturnya.

Dia juga mengaku terkesan dengan ucapan Ketua Umum Yayasan Rindang Indonesia Adhie Pamungkas bahwa yayasan ini menjadi lembaga sosial yang bermanfaat besar bagi kemanusiaan.

“semoga anak-anak yang dididik di sini menjadi anak yang berguna dan pengurusnya menjadi baik dan terbaik dan bermanfaat buat kami semua warga Cariu Bogor,” katanya.

Sementara itu Ikang Fawzi mewakili rombongan keluarga menyampaikan banyak terima kasih dan bangga sudah diberikan kesempatan untuk hadir di sini semata- mata karena Allah SWT.

“Terima kasih kepada Mas Adhie Pamungkas yang masih muda tapi sudah menjadi Ketua Umum ini insya Allah akan menjadi kontribusi besar kebangkitan Islam datang dari sini, juga ucapan terima kasih kepada Pak kades, kalau kadesnya senyum begini berarti aman warganya,” tuturnya.

Dia bercerita awal dirinya mengenal Yayasan Rindang Indonesia saat bertemu dengan almarhumah Kak Uthi.

“Semua itu berkat kebaikan
kakak Uthi. Saya ini lebih dulu menjadi donatur yayasan rindang Indonesia dan orang yang sangat baik dan perhatian kepada anak-anak yatim, lalu memperkenalkan kepada saya dan keluarga hingga bisa kita bangun musholla hari ini,” ucapnya.

“Ini desain bangunan yang luar biasa dan sesuai dengan kondisi alam Cariu Bogor,” tambahnya.

“Semua orang berpeluang menjadi pemimpin, siapa tahu pemimpin Indonesia ke depan berasal dari anak-anak yang dididik di Musholla Al-Fawzi ini,” tandasnya.

Dia berharap anak-anak yatim akan meneruskan perjuangan generasi sebelumnya.

Kakak tertua Ikang Fawzi H. Ade yang juga arsitek senior merasa tersanjung karena nama Al-Fawzi digunakan untuk musholla ini.

“Kita harus bangga dengan bambu dan sangat setuju bangunan yang dibuat dari bambu, Indonesia ini masuk dan jalur ring of fire (cincin api) artinya rawan terjadi gempa, jadi sangat cocok dibuat bangunan model seperti ini, sehingga jikalau ada gempa hanya goyang tapi tidak membahayakan, karena bangunan ini diikat, seraya menandaskan bahwa ini harus dikembangkan,” terangnya.

“Kalau perlu nanti desain-desain bambu akan kita berikan, tinggal kasih tahu saja dimana dibangun saya akan datang, ini desain sudah bagus sekali tinggal dikembangkan saja,” ujar H. Ade.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti, pemotongan pita dan tumpeng serta membuka pintu musholla dan sholat berjama’ah.

Terakhir, acara do’a bersama dan santunan sosial kepada yatim piatu dhu’afa dan para anggota linmas. dan berakhir sudah rangkaian kegiatan Yayasan Rindang bersama Ikang Fawzi Resmikan Musholla Al-Fawzi. (Muhtadin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *