Example 728x250

Fakta yang Terlupakan oleh Ibu Pertiwi

Opini

M19NEWS – Di era globalisasi seperti saat ini, apakah pengakuan oleh sebuah badan Internasional memiliki arti yang penting bagi kiprah sebuah organisasi di mata dunia?

Jika jawabannya ya, apakah organisasi global seperti United Nation dikategorikan sebagai organisasi dunia yang memiliki reputasi yang baik di mata dunia?

Jika jawabannya ya, mari kita telaah fakta-fakta mengenai kontribusi Indonesia kepada dunia yang secara khusus telah masuk dalam list UN – ECOSOC ECOSOC United Nation Economic and Social Council, dengan motto “Brings people and issues together to promote collective action for a sustainable world

https://www.un.org/ecosoc/en/home

Menariknya, Indonesia masuk ke dalam List written statement UNOSOC tahun berturut-turut, sejak tahun 2019 sampai 2021. Namun pemberitaannya di media sangatlah terbatas, padahal prestasi ini sangat layak diketahui oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Apalagi baru-baru ini Indonesia dipercaya menjadi anggota ECOSOC periode 2021-2023 sebagaiman yang tertera pada website Kementerian Luar Negeri yang di posting tanggal 17-Juni-2020 tentunya hal ini merupakan sebuah prestasi yang membanggakan.

ECOSOC sebagaimana telah disampaikan di atas, merupakan salah satu dari enam organ utama PBB, yang tujuannya mendorong kerja sama internasional di bidang ekonomi, sosial dan pembangunan.

https://kemlu.go.id/portal/id/read/1390/berita/terpilih-menjadi-anggota-dewan-ekonomi-dan-sosial-pbb-indonesia-siap-dorong-pemulihan-global-dalam-kerangka-sdgs-2030

Pada susunan biro UNOSOC terbaru, putaran 2023 dapat kita lihat Indonesia termasuk sebagai salah satu “vice presidents” bersama 3 negara lainnya yaitu Chile, Italy dan Zimbabwe.

https://www.un.org/ecosoc/en/content/bureau

Dari sedikit informasi yang dapat ditemukan diantaranya adalah konten yang di tulis oleh pimpinan Yayasan Pendidikan Indonesia Wira Tata Buana, Agung Sidayu yang juga dikenal sebagai Special Consultative Status in ECOSOC United Nations sejak 2013 terkait dengan mitigation climate change pada kompasiana.com pada tanggal 24 Juli 2020.

https://www.kompasiana.com/ypiwiratatabuana/5f1a3f09d541df06b5744792/written-statement-di-ecosoc-pbb-tentang-Al Zaytun#google_vignette

Written statement dari UNOSOC di tahun 2019 dapat diakses oleh publik dari perpustakaan digital UNOSOC dapat pula dilihat semua list written statement UNOSOC 2019 nomor urut 90 pada link dibawah ini.

https://digitallibrary.un.org/record/3810842
https://www.un.org/ecosoc/sites/www.un.org.ecosoc/files/files/en/2019doc/List-of-written-statements-to-2019-ECOCOS-HLS.pdf

Written Statement ECOSOC 2019, isinya mengenai sebuah institusi Pendidikan di Indonesia yaitu Ma’had Al Zaytun (MAZ) sebagai pusat pendidikan di Jawa Barat Indonesia, di mana setiap orang dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk masa depan yang berkelanjutan dan untuk transformasi sosial yang positif.

Untuk mencapai pemberdayaan masyarakat dan memastikan inklusivitas dan kesetaraan tidak dapat terjadi tanpa akses ke pendidikan berkualitas untuk semua yang merupakan hal penting untuk menciptakan masyarakat yang memungkinkan peluang untuk mencapai lebih banyak hal.

Sebuah bukti nyata sebuah institusi Pendidikan memiliki peran penting dalam pembangunan.

Lahan seluas 1.200 Ha dimana MAZ berada sebagian besar merupakan lahan pertanian yang bergantung pada waduk irigasi hujan.

Ma’had Al Zaytun (MAZ) bekerja keras untuk membangun irigasi, dengan sebuah bendungan besar yang sedang dibangun. 400 HA dari lahan tersebut digunakan untuk memproduksi beras bekerja sama dengan petani lokal, dengan sistem Inti dan Plasma.

Rektor MAZ Dr. AS Panji Gumilang mendirikan “Asosiasi Petani untuk mendukung Ketahanan Pangan Indonesia”, dimana pembagian hasil adalah 40%: 60%, namun petani lebih memilih untuk menjual hasil panen mereka ke inti, karena mereka menerima harga yang lebih baik daripada pasar luar.

Adapun manfaat dengan terlaksananya program ini memberikan manfaat kedua belah pihak, bagi petani maupun bagi MAZ. Bagi petani: transfer pengetahuan & teknologi; menerima benih padi berkualitas baik; meningkatkan standar hidup; kemampuan untuk berpartisipasi dalam kerja tim dan juga petani belajar dari petani. Manfaat bagi MAZ: kesempatan untuk melakukan pengembangan masyarakat; kesempatan untuk mendistribusikan benih padi unggul & pupuk organik; mendapatkan beras yang cukup untuk memenuhi kebutuhan siswa; memperoleh penghasilan untuk mendukung kegiatan pendidikan.

MAZ sebagai institusi pendidikan tentunya menyediakan pendidikan formal dan menghasilkan ribuan alumni yang berbakat, yang kini dapat menyumbangkan keterampilan dan pengetahuan mereka kepada masyarakat umum di seluruh Indonesia.

Di saat bersamaan, program dari MAZ ini menetapkan pembangunan pertanian berdasarkan aksi partisipatif, yang mana di masa depan program ini menguntungkan, karena pembangunan infrastruktur yang sedang berlangsung, terutama irigasi, dan tidak ada dampak ekstrim dari perubahan iklim.

Perubakan iklim, merupakan agenda penting bagi dunia secara global dan sesuai dengan 17 program SDGs dari PBB. Inilah sebuah kontribusi dari Indonesia untuk Dunia!

Tidak berhenti di 2019, MAZ dari Indonesia masuk kembali kedalam UNOSOC written statement 2020.

https://sustainabledevelopment.un.org/content/documents/26614Written_Statements_NGO.pdf

Kali ini ada 179 LSM dari seluruh dunia yang masuk dalam list written statement (nomor urut 178, halaman 308), yang mana menitikberatkan pada manfaat hutan kampus Al Zaytun di masa sulit akibat irus corona.

Sebuah pelajaran tentang pembangunan berkelanjutan yang telah dimulai sejak 24 tahun yang lalu, ketika Pimpinan Mahad Al Zaytun Dr, Abdul Salam Rasyidi Panji Gumilang, memutuskan untuk menanam pohon sebelum membangun kampus Al Zaytun, banyak yang tidak memahami tujuan dari perencanaannya, bahkan banyak yang memaki-maki beliau.

Namun beliau hanya diam dan mengatakan kepada anggota komunitasnya bahwa 24 tahun dari sekarang kalian akan mengerti tujuan utamanya.

Beberapa tahun kemudian, terlebih lagi ketika COVID-19 melanda manusia saat ini, barulah semua mengerti manfaat dari penanaman pohon.

Pada beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa pergi ke taman, atau bahkan melihat pohon dapat secara signifikan meningkatkan kesehatan dan tingkat stres seseorang.

Beberapa dokter telah mulai meresepkan taman sebagai obat untuk masalah kesehatan pasien, dan manfaat pohon begitu besar dan tak ternilai bagi kesehatan mental dan fisik.

Pohon-pohon yang ditanam di kampus yang kini telah menjadi hutan kampus yang asri ini ternyata mengikuti ketentuan Allah dalam Al-Quran. Pohon-pohon tersebut sangat penting untuk menyaring udara, menghilangkan polutan yang berbahaya, seperti karbon monoksida (beracun pada tingkat tinggi), partikel (menyebabkan asma), dan ozon dasar (berbagai efek pernapasan). Di masa sulit ini, kampus dengan ratusan ribu pohon telah menjadi zona aman dari virus corona.

Selain itu, Panji Gumilang selalu memotivasi anggota komunitasnya, bahwa hutan kampus menghasilkan ketersediaan air untuk melanjutkan siklus kehidupan.

Pepohonan memberikan manfaat yang berkaitan dengan keandalan mental, seperti meningkatkan daya ingat seseorang. Tanaman dan atau penghijauan dapat meningkatkan fokus mahasiswa dari perspektif ruang dan meningkatkan kohesi sosial komunitas.

Kampus ini telah dikembangkan melalui riset aksi partisipatif dan program aksi partisipatif serta mengikuti perencanaan proyek modern ketika dibangun dan karena itu berbeda dengan pusat-pusat pendidikan lainnya di Indonesia.

Manfaatnya, ternyata tidak hanya untuk siswa dan guru, tetapi juga untuk pemangku kepentingan lainnya, terutama untuk perbaikan mental, sehingga motto “Pusat pendidikan, perdamaian, dan pengembangan budaya toleransi terus diimplementasikan dari waktu ke waktu.

Hutan kampus sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan tentunya sebagai penangkal COVID19, yang menurut para ahli dan manfaatnya dapat dilihat pada angka-angka di bawah ini: Jumlah pohon yang diperkirakan: 800.000 (45 pohon/hektar), yang memberikan manfaat untuk: Eliminasi polusi: 235 ton/tahun ($ 3,59 juta) Penyimpanan karbon: 204.000 ton ($ 27,1 juta)
Penyerapan karbon: 9.630 ton/tahun ($ 1,28 juta) Limpasan air hujan yang tak terhindarkan: 10.730.168 kaki kubik / tahun ($ 717 ribu) Penghematan energi bangunan : $ 1.020.000 / tahun
Emisi karbon yang dihindari: 2.210 ton / tahun ($ 294.000).

Jika dijumlahkan dengan manfaat hutan kampus dalam bentuk Rupiah, maka Al Zaytun telah memberikan kontribusi kepada dunia kurang lebih: $34.000.000, atau setara dengan 561.016.500.000 rupiah per tahun.

Sebuah kontribusi yang luar biasa besar bagi dunia dari Indonesia.

Selanjutnya, written statement UNOSOC 2021
https://www.un.org/ecosoc/sites/www.un.org.ecosoc/files/files/en/2021doc/2021-ECOSOC-HLS-Written-Statements-by-NGOS-in-ECOSOC-Consultative-Status.pdf

Nomor urut 39, halaman 566
Ketika banyak pihak dalam wacana tersebut bahkan bertanya apa yang dapat kita lakukan untuk menyukseskan SDGs, yang merupakan rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia pada 25 September 2015, termasuk Wakil Presiden Yusuf Kalla dari Indonesia, yang tujuan-tujuannya dicantumkan oleh PBB.

Al Zaytun Indonesia, SDGs sebagai upaya upaya terpadu untuk mewujudkan kampus tanpa kemiskinan dan kelaparan, kampus ekonomi yang tumbuh ekonomi yang tumbuh secara merata, kampus yang peduli kesehatan, kampus yang peduli lingkungan, kampus peduli pendidikan, kampus yang berjejaring, dan kampus yang berbudaya tanggap terhadap percepatan tujuan pembangunan berkelanjutan, bahkan jauh sebelum SDGs dicanangkan oleh yang dicanangkan oleh PBB di atas.

Khususnya terkait dengan mitigasi perubahan iklim, aksi dimulai pada tahun 1999 dengan menanam 800.000 pohon yang kini menjadi hutan kampus yang asri.

22 tahun kemudian, setelah wabah COVID-19 melanda dunia, termasuk Indonesia, Al Zaytun juga terkena dampaknya, terdampak karena interaksi karyawan, guru, dan siswa di luar kampus yang kembali dari liburan. Namun, dari ratusan orang yang dinyatakan positif dengan cepat sembuh dan tidak ada yang meninggal dunia.

Faktor pendukung dari semua itu adalah karena lingkungan yang bersih, ketersediaan asupan makanan yang bergizi, ketersediaan tenaga medis, dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan WHO. Sementara itu, semua kegiatan usaha pertanian, pendidikan, peribadatan berjalan seperti biasa tidak terganggu dengan adanya pandemi.

Hebatnya, Rektor Besar menjadikan era sulit karena COVID-19 ini sebagai era metamorphosis, dengan meningkatkan kebersamaan stakeholder, merambah kegiatan ekonomi hijau ke ekonomi ekonomi biru, dengan membangun kapal nelayan dalam jumlah besar di galangan kapal milik Kampus dan di galangan kapal milik Kampus dan di luar negeri, untuk memaksimalkan potensi laut.

Seluruh kegiatan pembangunan berkelanjutan di Al Zaytun, telah dilakukan dengan pedoman yang direkomendasikan oleh PBB, di mana semua dilakukan secara mandiri, tanpa mengandalkan bantuan keuangan dari pemerintah sumber pendanaan berasal dari partisipasi anggota masyarakat, usaha pertanian dan usaha lainnya, serta dari kerja sama business to business dengan Bank Mandiri.

Akhirnya, ketika semua orang tertatih-tatih karena pandemi, Al Zaytun mampu menambah ribuan hektar aset di Jawa, Batam dan Lampung – Sumatera, pada saat yang sama warga kampus aman dari COVID-19.
Ma’had Al Zaytun (MAZ) Indonesia adalah Sebagian kecil dari sebuah institusi atau LSM yang mengharumkan nama Indonesia dan memberikan kontribusi nyata kepada dunia yang diakui oleh global, dalam hal ini masuk kedalam list written statement UNOSOC 3 tahun berturut-turut sejak 2019-2021.

Kontribusi besar dari Indonesia bagi dunia yang diberikan oleh MAZ seharusnya diberikan apresiasi dan dipublikasi seluas-luasnya agar masyarakat Indonesia mengetahuinya, namun fakta-fakta ini mungkin terlupakan oleh ibu pertiwi. Maju terus MAZ, terus berkarya dan bermanfaat bagi Indonesia dan dunia!

Oleh : Adv. Irwansyah, SE, SH, MH

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *